Tanjung Agung, Muara Enim – Pemandangan tak biasa terlihat di ruas jalan nasional yang melintasi Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Sabtu (9/8/2025). Di tengah badan jalan yang penuh lubang dan rusak parah, tumbuh pohon pisang yang sudah berbuah. Pohon ini bukan tumbuh secara alami, melainkan sengaja ditanam oleh warga sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan cukup parah. Permukaan aspal banyak yang terkelupas, meninggalkan lubang-lubang besar yang membahayakan kendaraan. Saat hujan, lubang tersebut tergenang air sehingga sulit dilihat pengendara, berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Aksi menanam pohon pisang ini, menurut warga, adalah simbol kekesalan mereka terhadap pihak berwenang yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan. “Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum juga diperbaiki. Kami tanam pisang ini biar pemerintah tahu kalau jalan ini bukan sekadar rusak ringan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga lainnya menuturkan bahwa jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kecamatan dan menjadi jalur utama transportasi antar kabupaten di Sumatera Selatan. Kerusakan jalan menghambat aktivitas warga, termasuk distribusi barang dan hasil pertanian. Truk-truk besar yang melintas setiap hari juga memperparah kondisi jalan.
Tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi jalan yang rusak parah ini juga menimbulkan risiko keselamatan yang serius. Banyak pengendara sepeda motor terjatuh akibat terperosok ke lubang, terutama pada malam hari atau saat hujan lebat. “Kalau sudah sampai pisang berbuah di tengah jalan, artinya sudah terlalu lama dibiarkan,” kata seorang pengendara yang melintas.
Masyarakat berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera mengambil langkah nyata untuk melakukan perbaikan. Mereka menegaskan bahwa kerusakan jalan ini bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa pengguna jalan.
Aksi tanam pohon pisang di jalan rusak ini menjadi pesan terbuka bagi para pemangku kebijakan bahwa rakyat sudah lelah menunggu janji perbaikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan ruas jalan nasional di wilayah Pandan Enim, Tanjung Agung tersebut.
